Umroh Guide

tour_resize

Judul : Agenda Jamaah Umroh;Refleksi Perjalanan ke Tanah Suci
Penulis : H. Shohibul Wafa TA,SH.I
Editor : H. Irfan Jauhari
Penerbit : Sekapur Sirih, Pekanbaru
Cetakan : Maret 2009
Tebal : 24 halaman

AGENDA JAMA’AH UMROH

Refleksi Perjalanan Ke Tanah Suci

Daftar Isi:

– Kata Pengantar
– Selayang Pandang Sekapur Sirih
– Niat Melaksanakan Umroh
– Kalimat Talbiyah dan artinya
– Pengertian Miqot dan Tempat-tempat Miqot sesuai Hadist
– Adab Berziarah Kubur
– Tempat-tempat Mustajab
– 2 Raka’at di Masjid Quba sama dengan pahala umroh
– 120 Rahmat di Masjidil Haram
– Jama’ah Umroh Maret 2009
– Estimasi Perjalanan Umroh
– Rooming List
– Nomer Telepon Penting
– Agenda Aktivitas Jama’ah
– Nasehat jika tersesat
– Penutup

KATA PENGANTAR

BEKAL KITA DI TANAH SUCI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jama’ah Umroh/Haji yang di berkahi Allah SWT,

Tidak ada ungkapan yang paling indah di saat gerbang ke tanah suci di pelupuk mata, kalimat takbir, tahlil dan tahmid terus berkumandang. Meskipun hari ini kita masih di Tanah Air, tapi harumnya Ka’bah ada selalu di hati kita, Allahu Akbar…keni’matan ini hanya dapat di rasakan oleh orang-orang yang beriman yang di janjikan Allah Surga sebagai imbalan. LABBAIK ALLOHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARIIKA LAK…Kalimat talbiyahpun jika diingat menggetarkan qalbu, dan bagaimana jika kalimat ini dibacakan dalam kondisi kita berihram, bagi yang laki-laki hanya mengenakan 2 (dua) helai kain putih tak berjahit, dan pakain takwa bagi yang perempuan.

YA ALLAH AKU DATANG MEMENUHI PANGGILANMU, SEGALA PUJI, KENIKMATAN DAN KEKUASAAN ADALAH MILIKMU, sebuah kesadaran seorang hamba di saat menghadap TuanNya, tidak ada daya dan upaya melainkan atas kehendakNya. Ke tanah suci yang di gambarkan oleh Rasulullah SAW adalah memenuhi undangan Allah, dan alhamdulillah kita termasuk dalam kelompok yang di undang olehNya. Dalam hal ini perlu sama-sama kita perhatikan hal sebagai berikut :

Bapak/Ibu/Sdr/Sdri-ku para tetamu Allah, ketahuilah bahwasannya Allah SWT tidak melihat kita dari kondisi fisik, rupa, dan pakain, akan tetapi Allah SWT melihat bagaimana hati kita?? Sudahkah kita bersihkan?? Sebagai tamu Allah, kita di minta olehNya untuk membekali diri dengan ketakwaan, Allah tidak melihat berapa besar paket yang kita bayar, juga tidak melihat berapa besar bekal materi yang kita bawa, lagi-lagi bekal takwa adalah sebaik-baik bekal.

Kalau kita perhatikan serta bandingkan dengan wisata ke Bali, Bangkok, Singapura atau lainnya misalkan, jika tidak membawa perbekalan (materi) cukup mungkin kita akan merasa risih dengan yang lainnya karena semua sibuk menikmati wisatanya dengan belanja, relax, dll. Akan tetapi, berbeda dengan pergi ke tanah suci, kita akan malu dengan diri kita dan yang mengundang kita, Allah SWT, jika volume ibadah kita di sana biasa-biasa saja. Padahal panggilan ini bukanlah panggilan biasa, panggilan ini adalah panggilan yang dapat membawa kita menuju surga yang kekal, dan bagi kita yang banyak dosa, ingatlah rahmat Allah sangatlah luas,maka carilah rahmat dan ampunanNya selama kita berada di sana.

Akhirnya, kepada Allah jua kita menyerahkan semua urusan, semoga Dia yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa menuntun kita menuju jalan yang penuh dengan ridho-Nya, Selamat beribadah semoga Allah menjaga hati kita dan menjadikan umroh kita umroh yang di terima, Amin Alloohumma Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tertanda,

H. Shohibul Wafa Tadzul Arifin

SELAYANG PANDANG SEKAPUR SIRIH

PT. ANUGERAH RIAU PERKASA ABADI
NPWP : 02.201.889.9-216.000
Merek Usaha : Sekapur Sirih Tour & Travel

Sekapur Sirih Tour & Travel adalah merek usaha dari PT. Anugerah Riau Perkasa Abadi sebagai perusahaan jasa Biro Perjalanan Wisata yang tercatat sebagai anggota ASITA No: 0124/IV/ASITA/DPP/2004 berkedudukan di Pekanbaru Riau.

Selain focus di bidang layanan penjualan tiket pesawat on line, rental mobil, voucher hotel, paket tour dan pengurusan dokumentasi perjalanan. Saat ini Sekapur Sirih T&T juga bergerak dalam bidang layanan pembuatan, penjualan dan penyelenggaraan paket perjalanan umroh, Umrah plus dan Haji khusus.
Sebagai upaya pelebaran jaringan (marketing), Sekapur Sirih merangkul berbagai komponen sehingga dalam perjalannya Sekapur Sirih T&T telah mendapatkan tempat di hati masyarakat Riau pada khususnya dan mitra kerja yang nota bene domisilinya di Pulau Jawa. Kami informasikan juga, sebagai pusat informasi kami di sana, KBIH Fadlul Robbi Jepara Jawa Tengah dan Asrama Al Husna Ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang Jawa Timur telah bermitra selama perusahaan ini berdiri.
Dan tepatnya pada hari Rabu, tanggal 25 Juni 2008, Sekapur Sirih T&T melakukan kontrak kerjasama dengan Koperasi Sadar Bangkinang sebagai Pusat Informasi di Kabupaten Kampar.

Kami berprinsip bahwa dalam menjalankan bisnis ini kami menitik beratkan pada kepuasan pelanggan, integritas, kualitas, komitmen, teamwork, kompetitif, serta inisiatif, sehingga insya Allah Sekapur Sirih Tour & Travel menjadi pilihan tepat bagi anda yang akan melaksanakan ibadah Umrah dan Haji Khusus.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan ridho dan inayah-Nya kepada kita, sehingga apa yang kita lakukan memiliki nilai ibadah di sisi-Nya, Amin.

Wassalam,
H. Shohibul Wafa TA, S.HI
Direktur Utama
NIAT MELAKSANAKAN UMROH
Umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan Thawaf, Sa’i dan Tahallul demi mengharap ridho Allah SWT. Disamping itu, ada beberapa hal yang erat kaitannya dengan kaifiyat atau pelaksanaan ibadah umroh tersebut. Diantaranya adalah niat ketika akan melaksanakan ibadah umrah:
لبيك اللهم عمرة
Labbaik allâhumma ‘umratan
Artinya: Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berumrah.

Selain itu juga, perlu kita perhatikan bersama bahwa tercapainya ibadah umroh yang sah dan seesuai menurut ketentuan atau dalil-dalil yang berdasar Al Quran dan As Sunnah sehingga ibadah umroh mempunyai kwalitas iman yang kuat sehingga mendapatkan ridhla Allah swt.
Di bawah ini adalah beberapa ketentuan tentang umroh:

1. Syarat – rukun dan wajib umroh

A. Syarat Umroh
– Islam
– Baligh (dewasa)
– Berakal sehat (tidak terganggu fikirannya)
– Merdeka (bukan budak belian)
– Mampu

B. Rukun Umroh
– Niat Ihram
– Tawaf Umroh
– Sa’i
– Bercukur (Tahallul)

C. Wajib Umroh
– Niat umroh dari miqat.
– Tidak berbuat hal-hal yang haram/ membatalkan niat.

2. Larangan selama dalam keadaan ihram.

A. Larangan Untuk pria
– Memakai pakaian yang dijahit
– Memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
– Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam keadaan yang sangat darurat).

B. Larangan Untuk wanita
– Menutup telapak tangan.
– Menutup muka.

C. Larangan Untuk semua
– Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat ihram).
– Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut
– Memburu atau membunuh binatang.
– Menikah atau menikahkan.
– Bercumbu atau bersetubuh
– Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh/kotor.
– Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram

Jika ada larangan di atas yang dilanggar maka ia harus membayar dam (denda), yakni dari mulai memberi makan fakir atau menyembelih seekor kambing. Tanyakan kepada pembimbing atau mutawif tentang besarnya dam yang harus dikeluarkan, jika anda merasa melanggar larangan di atas.

1. Persiapan umroh.

1. Mandi sunnah, dengan niat untuk ihram.
2. Kenakan kain ihram (awas kena wangi-wangian)
3. Sholat sunnah ihram 2 rakaat (akan kita lakukan di mesjid bir ali/atau dimiqat)
4. Niat umroh (Labbaika Allahumma Umratan)
5. Membaca Talbiah sampai ke Makkah / Masjidil Haram.

2. Pelaksanaan Umroh

1. Ketika melihat Ka’bah, membaca do’a melihat Ka’bah.
2. Memulai tawaf dari sudut Hajar Aswad, dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 keliling.
3. Setelah selesai tawaf, berdo’a di multazam.
4. Kemudian sholat 2 rakaat di makam ibrahim.
5. Berhenti sejenak untuk minum air zam-zam
6. Ke bukit safa untuk memulai sai. Sai adalah berjalan dari safa ke marwah sebanyak 7 putaran, dimana perjalanan dari safa ke marwah dianggap satu putaran. Demikian juga perjalanan dari marwah ke safa dianggap satu putaran. Jadi sai dimulai dari safa dan berakhir di marwah.
7. Tahallul. Setelah selesai putaran ke tujuh di marwah dilakukan pengguntingan rambut untuk menutup rangkaian umroh. Setelah tahallul, maka seluruh larangan umroh di atas sudah halal untuk dilakukan.

KALIMAT TALBIYAH
لَبَّيْكَ اَللّهمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ
اِنَّ الْحَمْدَ وَ النِّعْمَةَ لَكَ وَ الْمُلْكَ
لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Artinya: Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu.
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu,
Ttidak ada sekutu bagi-Mu.

PENGERTIAN MIQOT DAN TEMPAT-TEMPAT MIQOT SESUAI HADIST
1. Miqat
Miqat dibagi menjadi dua:
a. Miqat Zamani: waktu diperbolehkannya berihram dalam haji, yaitu mulai bulan Syawwal, Zulqa’dah dan sepuluh hari pertama dari bulan Zulhijah.
b. Miqat Makani: Batas-batas tempat dimulainya untuk berihram. Miqat-miqat tersebut telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW saw., yaitu:
a. Zulhulaifah atau Bir Ali, yaitu miqat bagi orang yang datang dari Medinah.
b. Al-Juhfah, yaitu miqat bagi orang yang datang dari Syam, Mesir dan Maroko.
c. Yalamlam, yaitu miqat bagi orang Tihamat al-Yaman.
d. Qarn al-Manazil, yaitu miqat bagi orang Najed Hijaz dan Najed Yaman.
e. Dzat ‘Irq, yaitu miqat bagi orang yang datang dari belahan timur, seperti Iraq, negara-negara Teluk dan lainnya.
f. Sedangkan bagi penduduk Mekah, maka miqatnya adalah dari tempat tinggalnya.
g. Untuk jamaah yang berangkat dari Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang, dapat mengambil miqat dari:
1. Zulhulaifah/Bir Ali, yaitu bagi jamaah yang langsung berziarah ke Medinah
2. Airport King Abdul Aziz Jeddah, berdasarkan kepada “Hadwamiqat” (tempat yang sejajar dengan miqat), sebagaimana dicontohkan oleh Umar bin Khatab dalam menetapkan Dzatu ‘Irqin sebagai miqat.
3. Mekah untuk miqat haji bagi mereka yang melaksanakan haji Tamattu‘ (mereka dianggap sudah tinggal di Mekah).

ADAB BERZIARAH KUBUR

Pada dasarnya, definisi atau pengertian ziarah kubur adalah suatu kegiatan lawatan atau aktivitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya anda mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi.

Seperti halnya ketika berkunjung ke seseorang yang dulu pernah kita kenal seperti makam orang tua, saudara, teman, guru, tetangga, dan lain sebagainya. Ataupun ziarah ke kuburan seseorang yang dulu tidak kita kenal sebelumnya seperti menziarahi taman makam pahlawan, makam ulama Islam, dan lain sebagainya.

Salah satunya bentuk realnya adalah ziarah ke Masjid Nabawi yang mulia, Masjidil Haram, dan Masjidil sebagai satu penghormata dari Allah SWT terhadap ketiga masjid ini. Demikian halnya keutamaan shalat di masjid-masjid yang lain. Oleh karena itu, barangsiapa yang datang ke sana tentu hanya datag dalam rangka ingin mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dan demi memenuhi ajakan Nabi saw.

Oleh karena itu, Agar seorang Muslim mempunyai gambaran yang jelas dan benar apabila hendak pergi berziarah kubur atau lebih khusus lagi hendak pergi ke Madinah dan ingin ziarah ke Masjid Nabawi, maka penulis kemukakan beberapa adab ziarah ke kuburan

1. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.
2. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT, bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal.
3. Tidak duduk, menginjak-injak, tidur-tiduran, dll
4. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh di sekitar kuburan seperti buang air besar, kencing, meludah, buang sampah sembarangan, dan lain-lain.
5. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur
6. Mendoakan arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur sana dengan ikhlas.

TEMPAT-TEMPAT MUSTAJAB
KA’BAH

Ka’bah merupakan kiblat sholat umat Islam.Ka’bah yang berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama di atas bumi yang digunakan utk menyembah Allah SWT.Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an, Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya :

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Mekah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta”

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Mekah. Baitullah ini dibangun di atas dasar fondasi yang kokoh.

Dinding-dinding sisi Ka’bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. terkecuali satu dinding yang diberi nama “Rukun Hajar Aswad”.

MULTAZAM

Multazam merupakan dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang dipergunakan oleh jamah Haji dan Umroh untuk berdoa/bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan Tawaf.
Saat bermunajat di depan Multazam ini, Jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Illahi.Multazam ini insya Allah merupakan tempat yang mustajab dalam berdoa, insya Allah doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW SAW bersabda, “Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya”

MASJID QUBA

Muhammad saw. bersabda, “Siapa pun yang bersuci (mandi atau wudlu) di tempat tinggalnya kemudian datang ke Quba’ dan shalat di masjid Quba’, maka baginya pahala umrah.” Itulah keistimewaan masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi dan para sahabatnya ketika beliau singgah di Quba’ dalam perjalanan hijrah dari Mekah menuju Madinah. Dinamakan Quba’ karena terletak di kampung bernama Quba’, lebih kurang 4 kilometer sebelah selatan Masjid Nabawi dan sekarang sudah masuk di tengah kota Madinah.
Bangunan masjid yang ada sekarang adalah baru dan sudah diperluas berkali-kali. Jadi yang asli hanya lokasi tengahnya, yang mana sebelum dibangun masjid hanya berbentuk sebidang tanah yang dipakai untuk menjemur kurma milik Kultsum bin al-Hadm.
Masjid ini dapat dipakai oleh 25.000 orang jamaah. Terbuat dari batu granit dan marmer anti panas. Juga di bagian tengahnya terdapat tenda raksasa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis.
Keistimewaan lain masjid ini adalah apa yang dilakukan Nabi, yaitu hampir setiap setiap hari Sabtu Nabi sengaja datang ke masjid ini untuk shalat.

120 RAHMAT DI MASJIDIL HARAM

Mayoritas jama’ah haji maupun umroh berkeinginan kuat untuk tinggal di kota Madinah Munawwarah lebih lama dari pada tinggal di Mekkah, padahal shalat di Masjidil Haram sama dengan seratus ribu kali shalat di masjid-masjid yang lain.

Sebagai pusat kota Makkah adalah Masjid Al-Haram, dimana didalamnya terdapat Ka’bah sebagai arah kiblat umat Islam pada waktu sholat. Masjid ini mula-mula dibangun secara permanen oleh Sayyidina Umar bin Al Khattab pada tahun 638 M.
Dari masa-ke masa Masjidil Haram selalu mengalami pembaharuan dan perluasan diprakarsai oleh raja-raja Islam yang memberi perhatian terhadap Masjidil Haram.Pembangunan besar-besaran dalam sejarah diprakarsai oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz yang bergelar :”Pelayan Dua Tanah Haram Makkah dan Madinah”.
(Dikatakan Tanah Haram karena Tanah ini diharamkan bagi umat lain, selain umat Muslim).Saat ini luas Masjid Al Haram 328.000 meter persegi dan dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah.
Masjid ini melingkari Ka’bah, maka pintunya banyak. Ada 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang biasanya buka 24 jam sehari.

JAMA’AH UMROH MARET 2009
Terlampir

ESTIMASI PERJALANAN UMROH
Terlampir

ROOMING LIST
Terlampir

NOMER TELEPON PENTING

H.Shohibul Wafa TA : +62 816 904 352
H.Mu’allim Bakram : +62 813 898 24 245
H. Irfan Jauhari : +62 815 869 20 477 / +62 819 931 82 303
Ahmad Furqon : +62 818 074 73 475
Ust. H. Manasik : +966 506 092 379

AGENDA AKTIVITAS JAMA’AH

Selama berUmroh

Perjalanan ibadah umroh adalah perjalanan spiritual yang harus kita maknai bersama sebagai upaya dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan merupakan rangkaian ibadah yang harus diupayakan dengan sangat kuat dan sungguh-sungguh dengan berharap Ridho dari Allah SWT. Untuk menjaga frekwensi hubungan vetikal kita sebagai hamba-Nya dengan Allah SWT, maka kita harus memulainya dengan benar dan tertib yang sesuai dengan tuntunan Rasullulah SAW.

Banyak hal yang bias kita lakukan untuk menambah pundit amal akhirat kita kelak selama berada berada di Tanah Suci, berusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa mengerjakan Sholat-sholat Sunah antara lain: Sholat Rawatib, Sholat Dhuha, Sholat Tahiyyatul Masjid, Sholat Tahajjud dan lain sebaginya.

Satu hal lagi, yaitu Sholat Jenazah. Pelajari dengan baik Sholat Jenazah karena saat kita berada di Tanah Suci terutama saat di Masjidil Haram kita hampir selalu melakukan Sholat Jenazah setelah Sholat Fardhu. Dalam beberapa kesempatan penulis sempat menghitung jumlah jenazah yang dibawa keluar Masjid setelah selesai di sholatkan, rata-rata 3 jenazah.

Masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala umroh, membaca Al-Qur’an dan perbanyak dzikir disetiap kesempatan. Di Masjid Nabawi (Madinah) dan di Masjidil Haram (Makkah) terdapat banyak sekali Al-Qur’an, hampir disetiap tiang terdapat rak-rak Al-Qur’an yang tersusun rapi dalam berbagai ukuran.

Selain itu, bisa kita lakukan beberapa aktivitas positif atau amal ibadah lainya dalam mengisi perjalanan spiritual ke tanah suci, diantaranya sebagai berikut:

1. Senantiasa Berdzikir
2. Memperbanyak Doa harian
3. Saling Menyayangi dan Kerja Sama antara Jama‘ah
4. Selalu Komit pada Sunnah Saat Istirahat di Perjalanan
5. Memelihara Anggota Badan dari Hal-hal yang diharamkan Allah
6. Amar Ma‘ruf Nahi Mungkar
7. Menahan Diri dari Menyakiti Orang Lain
8. Menjauhi Kata-Kata Kotor, Perbuatan Fasik, dan Perdebatan atau Pertengkaran saat berUmroh
9. Memperbanyak Tafakkur
10. Bersungguh-sungguh untuk Komit pada Sunnah dalam Manasik
11. Membantu dan Melayani Orang Lain
12. Memelihara Shalat pada Waktunya
13. Memperbanyak Sedekah
14. Memberikan Hadiah dan Oleh-Oleh kepada Keluarga dan Karib Kerabat

NASEHAT JIKA TERSESAT

Persoalan peta Kota Mekah dan Madinah dengan segudang rute jalan rayanya, nampaknya sering menjadi persoalan yang sering menimpa pada calon jamaah haji dan umroh. Idealnya memang setiap calon Haji dan Umroh punya peta atau setidaknya pembimbingnya memiliki peta dan paham tentang keadaan di tanah suci.

Ada sedikit kekhawatiran bertambah manakala para jamaah umroh kebingungan lantaran tersesat di perjalanan apabila hendak pulang dari Masjidi Haram atau Nabawi menuju pemonodokan.

Pada umumnya, warna dan bentuk bangunan pemondokan dan hotel di tanah suci mirip sehingga bisa membingungkan jamaah kecuali hotel yang berada dekat di areal Masjdil.

Nah, bagaimana upaya kita agar tidak tersesat atau mudah kembali ke pemondokan/hotel setelah salat dari Masjid Nabawi atau Masjidil Haram?

Satu yang perlu diingat adalah bentuk dan warna bangunan yang mencolok. Misalnya, ada hotel yang warna dan bentuk bangunannya berbeda dibandingkan dengan yang lain. Atau paling tidak jemaah bertanya dengan bahasa Indonesia kepada warga setempat atau pedagang di took terdekat. Sebab, umumnya pedagang di tanah suci memiliki pelayan yang bisa berbahasa Indonesia.

Sekarang, bagaimana seandainya tidak ada pelayan toko yang bisa berbahasa Indonesia dan kurang berani berbahasa Arab dengan isyarat?

“Tenang saja. Sabar. Tunggu di pinggir jalan. Lihat-lihat ke kanan dan ke kiri. Jika ada patroli Saudia (petugas keamanan-red.), dekati lalu tunjukkan kartu identitas jemaah. Insya Allah, mereka akan membantu memberi petunjuk tentang arah jalan kembali ke pemondokan atau tempat tertentu.

Selain itu, jemaah umroh juga dihimbau untuk tidak membawa uang terlalu banyak di dalam tas maupun dompet. Bawalah uang secukupnya ketika bepergian.

Dari kejadian tersebut dapat diambil beberapa faedah untuk keselamatan para jamaah terutama yang terpisah dari rombongan:

1. Membuat tempat pemberhentian khusus bagi rombongan, usahakan patokan yang dipilih jelas dan mudah dikenali oleh orang pada umumnya.
2. Jangan pernah meninggalkan rombongan anda, bila terpaksa konfirmasikan kepergiannya disertai perincian dimana tempatnya, berapa lama atau mengajak teman lain yang lebih paham lokasi.
3. Pakailah tanda khusus yang ditentukan rombongan dan selalu bawa handphone untuk menjaga komunikasi.
4. Bila tersesat, carilah tempat pemberhentian yang telah ditentukan dan tunggulah sampai ada jamaah atau petugas yang diutus rombongan untuk menjemput anda.
5. Bertanyalah kepada polisi/patroli disekitar anda bila anda tersesat dan membutuhkan informasi seputar daerah sekitar anda.
6. Selalu waspada terhadap orang dan lingkungan sekitar anda.
7. Selalu berdoa untuk keselamatan diri sendiri dan para jamaah.

PENUTUP

Sebagai penutup buku ini, hal yang penting untuk kami katakan kepada para jamaah yang dirahmati Allah SWT adalah tentang rasa syukur kita yang sangat mendalam kepada Allah. Hamba yang lemah dan berdosa ini, tidak ada upaya untuk mengangkat sekalipun kelopak matanya sendiri jika tidak diizinkan olehMu ya Allah. Hamba yang lemah ini, tidak ada upaya menemuiMu, menyambut panggilanMu untuk berUmroh sendiri jika tidak diizinkan olehMu ya Allah. Engkau jualah yang telah mengizinkaN kami (penulis) untuk mennyelesaikan buku yang berjudul Refleksi Perjalanan ke Tanah Suci.

Sesungguhnya ya Allah, hamba pun heran bagaimana si kerdil ini mampu pergi jauh melihat betapa agungnya lautan ciptaanMu. Semua ini adalah kuasa dan kehendakMu untuk menciptakan serta memperlakukan siapapun hamba yang Engau kehendaki. Namun, hambaMu ini merasa malu ya ALLAH. Hamba yang tidak pernah menjadi orang yang pandai berterima kasih atas segala Nikmat dan KaruniaMu. Ya Allah, Janganlah hendaknya karena ini hamba lalai dalam bersyukur dan dalam mencintaiMu.

Akhirnya penulis berharap, semoga dengan terbitnya buku ini mendapat ridho dari Allah SWT serta restu para pembaca khususnya para jemaah umroh Sekapu Sirih yang kami hormati dan kami cintai. Juga mendapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman masyarakat terutama para jemaah Sekapur Sirih selama ini tentang perjalanan Umroh dari berbagai sudut pandang, mulai dari tata cara pelaksanaan serta pesan-pesan moral yang disampaikan melalui prosesi ibadah umroh itu sendiri.

Selesai

Copyright@2009

Sekapur Sirih
Islamic Tour & Travel
Jl. Khairil Anwar/Pattimura No. 2 Gobah Pekanbaru – Indonesia

~ oleh sekapursirihtravel pada Maret 15, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: