Antara Jihad dan Terorisme

Antara Jihad dan Terorisme
Oleh: H.Muh. Mualim Bakram Lc.

” Dari abu Hurairah ra. Dia berkata: datang seseorang kepada Rasulullah saw. Dan bertanya kepadaNya: Tunjukkan kepada saya satu amal yang sejajar dengan Jihad?Rasulullah menjawab: (tidak ada) kemudian beliau mengatakan: (apakah kalian mampu ketika seorang mujahid masuk masjidmu kemudian melakukan shalat terus-terusan, berpuasa dan tidak berbuka?berkata nabi: apakah kalian mampu melakukan hal tersebut? (HR. Buhari dan Muslim).

Jihad dalam Islam mempunyai beberapa makna, diantaranya jihad terhadap diri sendiri, jihad untuk dakwah, jihad melawan musuh Islam atau seseorang berjalan dalam dakwah Islam. Dan jihad yang di maksud dalam Islam bukanlah jihad yang di pahami banyak orang sehinga mereka sudah alergi atau takut dari ungkapan-ungkapan yang berbau jihad. Kadang jihad di artikan pertumpahan darah yang mengakibatnya hilangnya nyawa seseorang, merampas harta yang bukan miliknya, dan menyerang tanpa ada alasan jelas, atau melakukan pengeboman yang menimbulkan rusaknya infrastruktur bahkan nyawa yang tak berdosa. Itulah pemahaman yang ada dalam benak saudara-saudara Islam kita.
Ikhwati fillah, apakah yang di maksud jihad sesunguhnya dalam Islam?apakah jihad itu bermakna jihad melawan diri kita?ataukah jihad itu melawan hawa nafsu?ataukah jihad itu bermakna melawan godaan syaithan?sangat di sayangkan sekali generasi kita sekarang sudah di gerogoti pemahaman barat yang menjauhkan pemahaman jihad dalam arti sesunggguhnya. Kalimat jihad pada saat ini menjadi momok besar generasi kita. Mereka tidak mengetahui bahwa jihad adalah bernilai ibadah, mereka meninggalkan dakwah untuknya di sebabkan pemerintahan yang sekuler yang ingin menghilangkan pelajaran jihad dari kurikulum sekolahnya, di mana letak sikap Wala'(mencintai muslim) dan bara'(bersikap keras terhadap orang kafir) umat Islam?
Orang-orang kafir selalu berusaha mencabut ruh Islam, ruh jihad Islam dari benak umat Islam dan mereka menyebarkan paham bahwa Islam adalah syiar-syiar ibadah yang meliputi shalat, puasa dan berdzikir saja dan mereka selalu mentautkan jihad dengan Terorisme, atau pembunuhan etnis atau paham-paham sejenisnya.
Kalau kita lihat dari sudut pandang universalitas Islam entah dari Al-qur’an maupun Sunnah Nabi Muhammad Saw. Tersirat bahwa hubungan antara muslim dengan saudara lainya non muslim adalah hubungan rahmah(kasih sayang), Mahabbah(saling mencintai), berbagi kebaikan, atau mempererat dan saling mengenal satu sama lainya dalam satu atap saling menjamin keamanan, ini tersirat dalam Al-Qur’an. ” Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal”.( Al Hujurat: 13).
Islam tidak membenarkan jihad atau penyerangan terhadap orang kafir di lakukan tanpa ada alasan yang benar, jihad di syariatkan ketika umat Islam di dlolimi atau di perangi. Ini bisa di lihat dalam firman Allah swt. ” Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS Almumtahanah: 8). ” Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu”(QS Al Hajj: 39).
Kedudukan jihad dalam Islam mempunyai posisi yang sangat tinggi di sisi Allah swt. Tidak ada satu amal pun yang dapat menyamainya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. ” Dari abu Hurairah ra. Dia berkata: datang seseorang kepada Rasulullah saw. Dan bertanya kepadaNya: Tunjukkan kepada saya satu amal yang sejajar dengan Jihad?Rasulullah menjawab: (tidak ada) kemudian beliau mengatakan: (apakah kalian mampu ketika seorang mujahid masuk masjidmu kemudian melakukan shalat terus-terusan, berpuasa dan tidak berbuka?berkata nabi: apakah kalian mampu melakukan hal tersebut? (HR. Buhari dan Muslim). Makna hadist tersebut telah jelas ikhwati fillah, puasa, shalat merupakan jihad Nafsi saja, dari situ rasulullah menngatakan La ajidu ma ya’dilu Jihad(saya tidak menemukan amal yang mneyamai jihad). Dan makna jihad sesungguhnya dalam hadist tersebut adalah Jihadul Kuffar(jihad melawan kedloliman orang-orang kafir) bukan jihad Nafsi atau jihad hawa nafsu.
Taukah engkau ikhwati fillah orang Mukmin yang paling Utama? ” Dari abi said al khudri berkata: di katakana: Ya, rasulullah siapakah manusia yang paling utama? Nabi berkata: (Seorang mukmin berjihad dengan jiwanya dan hartanya)(HR. Bukhori dan muslim).

~ oleh sekapursirihtravel pada Maret 16, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: