Hadits Sebagai Sumber Agama Islam Bag.Akhir

بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits Sebagai Sumber Agama Islam
(Studi Analisis Tentang Korelasi Hadits dengan Al Quran) Bag. 3 – Akhir –
Oleh: Irfan Jauhari

A. KEBERADAAN DAN FUNGSI HADITS
Firman Allah swt:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الأََخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (النساء: 59)
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” QS. An Nisa: 59

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاَغُ الْمُبِينُ (المائدة: 92)
“Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka Ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” QS. Al Maidah: 92

Sabda Nabi saw:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا أَبَداً إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” (Hakim Juz.I, Daruquthni No. 149)
مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“…orang yang hidup setelahku nanti akan melihat banyak perbedaan pendapat (umat Islam). Dalam keadaan seperti itu, hendaklah kalian berpegang pada Sunnahku dan Sunnah Khulafa Ar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu dan janganlah kalian mengikuti hal-hal bid’ah, karena setiap perbuatan bid’ah adalah sesat.”

Fungsi Hadits terhadap Al Quran:

1. Hadits sebagai penjelas (Al Bayan). Pembagian tentang kategori Al Bayan , yaitu:
‌أ. الحديث مقرر ومؤكد لحكم لما ورد في القرآن من كل وجه
a. Hadits menetapkan dan memperkuat hukum-hukum yang ditentukan Al Quran
‌ب. الحديث بيانا لما أجمل القرآن من المعاني والأحكام، منها:
b. Hadits merinci ayat-ayat Al Quran yang mujmal (global), diantaranya:
– تفصـيل المجمل، وقد جاء نص القرآني بإيجاب الصلاة دون بيان، قال تعالى: (وأقيموا الصلاة)
– Merinci ayat-ayat yang mujmal (global), seperti: adanya kewajiban mendirikan Shalat
– تقيـيد المـطلق، كلفظ “الرقبة” في قوله تعالى: (فتحرير رقبة) كإطلاق قطع يد السارق دون بيان مكان القطع
– Memberikan persyaratan (taqyid) terhadap ayat-ayat yang muthlaq, seperti: penggunaan lafadz “hamba sahaya” dalam firman Allah swt: “(hendaklah) ia memerdekakan hamba sahaya” atau penjatuhan hukum potong tangan pencuri.
– تخصـيص الـعام، كقوله تعالى: (يُوصِيكُمُ اللّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنثَيَيْنِ)
– Mengkhususkan (takhsis) terhadap ayat-ayat yang besifat umum (‘am), seperti: firman Allah swt: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan…” An Nisa: 11
‌ج. الحديث مثبتا ومنشئا حكما سكت عنه القرآن، كتحريم لبس الذهب والحرير على الرجال
c. Hadits menetapkan aturan atau hukum yang tidak didapat dalam Al Quran, seperti: larangan memakai perhiasan emas dan kain sutera bagi kaum laki-laki.

B. HADITS SUMBER HUKUM KEDUA DALAM ISLAM
Beberapa alasan mengapa Hadits menempati posisi kedua setelah Al Quranul Karim sebagai sumber kedua hukum Islam.
1. Nabi saw bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika hendak mengutusnya ke negeri Yaman dan pernyataan Nabi tentang orang yang mentaati perintah Rasul-Nya:
‌أ. عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص.م لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ قَالَ أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ص.م قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ص.م وَلاَ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلاَ آلُو فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ ص.م صَدْرَهُ وَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ (أبو داود)
‌ب. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص.م قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلاّ مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (البخاري)

Rasulullah saw bersabda: “Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang engan,” Para sahabat bertanya, siapakah orang yang enggan itu? Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HR.Bukhari).
1. Penjelasan konkrit berbagai masalah ibadah seperti hukum shalat, zakat, puasa, haji begitu juga dengan hukum pidana seperti mencuri, zina, membunuh dll tidak ditemukan dalam Al Quran.
2. Nabi saw mendapat mandat penuh untuk menjabarkan apa saja pesan yang dikandung Al Quran.
3. Kesalahan dalam menafsirkan keglobalan Al Quran dengan menjauhi perincian dari Hadits.
4. Sadar akan kurangnya ilmu yang dimiliki serta butuh nasehat dan petunjuk dari Hadits.
5. Kaitan Hadits dengan pengamalan ibadah maupun mu’amalah, seperti hadits: “Sesungguhnya keabsahan segala amal ibadah ditentukan oleh niat…”
“إِنَّـمَا الأَعْـمَالُ بِالنـِّيَّةِ وَإِنَّـمَا لامـْرِئٍ مَا نَـوَى….” (البخاري)
6. Kandungan Hadits tentang nasehat dan anjuran untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan maksiat.
C. CATATAN
1. Tidak ada perbedaan antara hukum Allah dan hukum Rasul Nya.
2. Durhaka kepada Rasulullah saw berarti durhaka pula kepada Allah swt. (QS. Ali Imran: 31-31)
3. Larangan mendahului (lancang) terhadap hukum Rasulullah saw sebagaimana kerasnya larangan mendahului (lancang) terhadap hukum Allah swt.
4. Berpaling dari mentaati Rasulullah merupakan kebiasaan orang-orang kafir. (QS. Ali Imran: 32)
5. Rela/ridha agar mau mengembalikan penyelesaian perselisihan kepada petunjuk Rasul/Hadits.
6. Al Quran membutuhkan penjabaran Hadits sebagai penjelas (Al Bayan).
7. Berpegang teguh kepada Al Quran dan Hadits akan menjaga kita dari jurang kesesatan/taqlid.
د. المصادر والمراجع:
1. القـرآن الكـريم
2. الحـديث النبـوي الشـريف
3. حجيـة السنـة، للعلامة الدكتور عبد الغني عبد الخالق، المعهد العالمي للفكر الإسلامي، دار الفكر، 1986
4. السنـة ومكـانتها في التشريع الإسلمي: للدكتور مصطفى السباعي، دار الوراق، 1998
5. حجيـة السنة وأثـارها في التشريع الإسلامي، بحث تكميلي لنيل درجة بكالوريوس بجامعة إفريقيا العالمية، السودان
Wallahu A’laam Bishawaab/

~ oleh sekapursirihtravel pada Maret 16, 2009.

Satu Tanggapan to “Hadits Sebagai Sumber Agama Islam Bag.Akhir”

  1. wew blog na cool bgt

    kk bg tips na donk biar blog na rame dikunjungin org

    n jgn lupa visit my blog

    http://jamelblog.wordpress.com/

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: