Manasik Haji

Manasik Haji

A. CHAPTER PERJALANAN UMRAH
1. Ihlal Ihrom Umroh
Caranya:
– Di atas pesawat mengucapkan ihlal ihram umrah saat sampai di Miqot Makani
– Di Miqat Makani (Masjid Bir Ali) Mengucapkan ihlal ihram
– Membaca niat Umrah dilanjutkan dengan talbiyah
2. Thawaf Qudum (Mengelilingi Ka’bah )
Caranya:
– Mengelilingi Ka’bah 7 putaran, diawali dan diakhiri di arah Hajar Aswad
– Posisi Ka’bah ada di arah kiri kita
– Bagi pria 3 putaran awal berlari-lari kecil (raml)
3. Shalat di Maqam Ibrahim
Caranya:
– Maqam Ibrahim a.s ada antara kita & Ka’bah (jangan melewati/sejajar)
– Shalatnya munfarid (masing-masing)
– Bacaannya dijaharkan
4. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Caranya:
– Dikerjakan antara bukit Shafa dan Marwah
– Sebanyak 7 kali balikan
– Diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah dalam hitungan 7
5. Tahallul (mencukur rambut, dilakukan setelah Sa’i)

B. CHAPTER PERJALANAN HAJI
1. Ihlal Ihram Haji
Caranya:
– Mengucapkan ihlal ihram haji
– Dilanjutkan dengan bacaan talbiyyah berulang-ulang.
2. Mabit/bermalam di mina (Tgl 08 Dzulhijjah)
Caranya:
– Shalat dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh di Mina
– Mengqasar shalat-shalat yang empat rakaat (Jama Qhasar)
3. Wukuf di Arafah (Tgl 09 Dzulhijjah)
Caranya:
– Pagi-pagi dari mina menuju ke Arafah untuk wukuf
– Waktu wukuf mulai matahari tergelincir (Dzuhur) sampai matahari terbenam
– Melaksanakan Khutbah
– Shalat Dzuhur & Ashar (jama’ taqdim qashar)
– Berdo’a sesuai keperluan (mengangkat tangan dan menghadap Kiblat)
4. Mabit di Muzdalifah (Tgl 10 Dzulhijjah)
Caranya:
– Mabit/bermalam di Muzdalifah dilaksanakan hingga Subuh
– Shalat Maghrib & Isya (jama’ ta’khir qashar)
– Pagi-pagi (sebelum syuruq) berangkat menuju ke Mina
5. Melontar Jumrah (Jumrah Aqabah, yang paling dekat ke Mekah)
Caranya:
– Berdiri menghadap pilar jumrah
– Posisi Kiblat ada di arah kiri
– Melakukan 7 lemparan dg batu kerikil.
– Setelah selesai 7 lemparan membaca do’a
6. Tahallul (Memotong rambut)
Caranya:
– Bagi pria utama digundul
– Setelah tahallul, semua larangan ihrom kembali menjadi halal kecuali hubungan suami istri
7. Menyembelih Al Hadyu
Caranya:
– Menyembelih binatang qurban
– Boleh dilaksanakan pada hari Tasyriq (11, 12, atau 13 Dzulhijah)

8. Thawaf Ifadah (Tgl. 10 Dzulhijjah)
Caranya:
– Pergi ke Mekah dan melakukan thawaf
– Boleh masuk ke mesjid dari pintu yang mana saja
– Tidak ada shalat di maqam Ibrahim as
– (bagi pria) tidak ada lari-lari kecil
– Tidak ada sa’i
– Setelah thawaf ifadhah, semua larangan ihrom kembali halal termasuk hubungan suami istri
– Setelah selesai Ifadhah harus kembali ke Mina walaupun malam hari
9. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah (tgl 11 Dzulhijjah)
Caranya:
– Menghadap pilar jumroh
– Melelakukan 7 lemparan dg batu kerikil. Setiap lemparan diiringi dengan bacaan “Allaahu Akbar”
– Setelah selesai, berdo’a sesuai keperluan (menghadap Kiblat & mengangkat tangan)
10. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah (tgl 12 & 13 Dzulhijjah)
Caranya:
– Pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijah. Melaksanakan jumroh seperti pada tgl 11
– Jika melaksanakan jumrah hanya sampai tgl.12 disebut “Nafar Awal” (dengan catatan sebelum maghrib harus meninggalkan Mina).
– Jika dilanjutkan sampai dg tgl.13 Dzulhijah disebut “Nafar Tsani”
11. Thawaf Wada’
Caranya:
– Thawaf wada’ dilakukan saat akan meninggalkan kota Makkah.
– Bagi yang berhalangan, wanita yang sedang haidl, tidak mengapa jika tidak thawaf wada’.
– Setelah selesai ibadah haji, tidak ada upacara ibadah yg terkait dengan ibadah haji serta dianjurkan memperbanyak Thawaf sunnat.
Selesai.

~ oleh sekapursirihtravel pada Maret 16, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: