Istilah Haji Umroh

Haji Tammatu’
Haji Tamattu’ merupakan pilihan yang cukup populer karena ringan dibanding Haji Ifrad dan Haji Qiran. Pada Haji Tamattu’ Ibadah Umroh dan Ibadah Haji dapat dilakukan secara terpisah. Sesudah selesai melaksanakan ibadah umroh yaitu , Ihram, Tawaf, dan Sa’i jamaah boleh langsung Tahallul, sehingga jamaah sudah bisa melepas ihramnya dan bersenang ( Tamattu’) karena sudah terbebas dari segala larangan ihram. Selanjutnya jamaah tinggal menunggu tanggal 8 Zulhijah untuk pakai ihram lagi dan berpantang lagi guna melaksanakan rangkaian ibadah Haji. Haji Tamattu’ cocok dan banyak dipilih oleh jama’ah yang datang ke Mekkah lebih awal, jauh sebelum pelaksanaan punjak ibadah haji tanggal 09 Zulhijah. Karena hari haji masih jauh maka mereka langsung saja melakukan umroh. Sesudah umroh mereka boleh memakai pakaian biasa dan bebas dari pantangan ihram. Waktu yang panjang dan senggang digunakan untuk Zairah dan ibadah lainnya dengan pakaian bebas. Karena kemudahan tersebut maka jamaah yang memilih Haji Tamattu’ diwajibkan membayar DAM atau DENDA, yaitu menyembelih seekor kambing.

Tabel Perjalanan Ibadah Haji Tamattu’
Tempat Tanggal Kegiatan

Mekah 8 Zulhijah Berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah

Mekah 9 Zulhijah Mabit atau menginap di Mina sebelum

( Siang-malam) berangkat ke Arafah sebagaimana yang

dilakukan oleh Rasulullah SAW

Mina – Arafah 9 Zulhijah Berangkat ke Arafah setelah matahari

( Pagi – Siang ) terbit, atau setelah sholat subuh

Arafah 9 Zulhijah Berdoa, berzikir, bertasbi sambil menunggu waktu wukuf ( pada tengah hari)

( Siang – Sore ) Solat Zuhur dan Ashar 2 rakaat dilaksanakan pada waktu Zuhur

Pada saat tepat tengah hari maka sudah memasuki waktu wukuf dengan

Berdoa, berzikir, bertasbih, bertalbiyah, istiqfar terus menerus sampai waktu magrib

Arafah – Muzdalifah 9 Zulhijah Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah dimana sholat magrib

( Petang ) di jamak dengan sholat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah SAW

Muzdalifah 9 Zulhijah Sholat Nagrib dan Isya dijamak ta’khir

( Malam ) Mabit di Muzdalifah, paling kurang berhenti sebentar sampai lewat tengah malam

sambil mengumpulkan krikil untuk melontar jumroh

Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar Jumroh Aqabah besok pagi

Melontar jumroh Aqabah 7 kali
Mina 10 Zulhijah Tahallul awal

( Subuh ) Ke Mekah untuk melakukan Tawaf Ifadah, Sai dan Tahallul Qubro, bagi yang menginginkan

Harus berada kembali di Mina sebelum Magrib

Mabit di Mina
Mina 11 Zulhijah Melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqabah masing-masing 7 kali

( Subuh ) Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum magrib sampai tengah malam

Mina 12 Zulhijah Melontar Jumroh Ula, Wustho, dan Aqabah maing-masing 7 kali

( pagi ) Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum magrib lanjutkan dengan Tawaf Ifadah, Sai

serta Tahallul Qubra bagi yang belum melaksanakan

Bagi yang Nafar tsani, mabit di Mina

Mina 13 Zulhijah Bagi yang Nafar tsani

( Pagi ) Melontar Jumroh Ula, Wustho dan Aqabah masing-masing 7 kali

Kembali ke Mekah

Mina 13 Zulhijah Tawaf Ifadah, Sa’I dan Tahallul Qubro bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’I

( Siang – Malam ) sesudah Tawaf Qudum ( ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu lagi Sa’i. Tinggal melakukan

Tahallul saja. Tawaf dan Sa’I yang dilakukan juga berfungsi sebagai Tawaf dan Sa’I umroh

Ibadah Haji dan Umroh selesai

BABUSSALAM

Babussalam Adalah nama salah satu pintu masuk ke Masjidil Haram. Salah satu pintu besar ini terletak di jalur Sai, Safa-Marwah, ketika melewati pintu Babussalam jama’ah biasanya dianjurkan membaca do’a untuk keselamatan. Do’a masuk Masjidil Haram lewat Babussalam adalah sebagai berikut :

“Ya Allah , Engkaulah sumber keselamatan dan dari Engkaulah datangnya keselamatan itu semua. Maka sambutlah kami wahai Allah, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami kedalam surga negeri-Mu yang bahagia. Maha berkat dan Maha tinggilah Engkau wahai Allah yang empunya keagungan dan kehormatan.

“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu – pintu rahmat dan keampunanMu. Dengan Nama Allah dan segala puji bagi Allah, salawat dan salam terhadap Rasulullah. Masukkanlah kami ke dalamnya”.

BADAL

Badal Haji adalah “Amanah Haji” yaitu menghajikan orang lain. Dalam istilah haji, orang yang menghajikan disebut : Mubdil. Badal artinya pengganti atau wakil dari orang lain untuk menunaikan ibadah haji dengan ketentuan bahwa Pemeran Badal harus sudah melaksanakan ibadah haji secara sempurna. Badal banyak dilakukan berdasarkan beberapa dalil dan rujukan riwayat sebagai berikut :

Membadalkan orang yang meninggal dan masih memikul kewajiban haji atau belum menunaikan haji yang telah diikrarkannya. Dengan demikian wajib bagi walinya untuk menyiapkan orang (badal) yang akan melakukan haji atas namanya dengan biaya dan hartanya, sebagaimana wali itu wajib membayar hutang-hutangnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan ibnu Abbas dikatakan bahwa seorang wanita dari Juhainah dating kepada Rasulullah dan bertanya :

Ibuku telah bernazar akan haji, tetapi ia meninggal sebelum menunaikannya. Apakah saya akan melakukannya atas namanya ?.

Rasulullah menjawab :

Ya, berhajilah menggantikannya !

Bagaimana pendapatmu jika berutang, Apakah kami akan membayarkannya ?

Nah, bayarlah olehmu utang kepada Allah, karena utang kepada Allah lebih patut buat dibayar !.

BIER ALI

Sebuah desa yang terletak sekitar 12 km dari kota Madinah. Merupakan Miqat Makani, yaitu tempat memulai memakai pakaian Ihram bagi jama’ah yang dating dari arah Madinah dan sekitarnya sebelum menuju ke Mekah. Disini Jama’ah turun dari kenderaan (bus) untuk mengambil wudu’ , memakai ihram dan melakukan sholat sunah ihram 2 rakaat dengan mengikrarkan niat Umroh dengan lafaz ; “ Labbaika Allahumma umratan” .

IHRAM

Ihram itu niat untuk mengerjakan haji atau umroh bagi kaum muslimin yang hendak menunaikan “Ibadah Haji ataupun Umroh” ke Tanah suci Mekah. Pakaian Ihram adalah pakaian putih yang disebut juga pakaian suci. Ihram bagi pria adalah pakaian yang bersifat unik dan spesifik karena tidak boleh dijahit. Cara memakainya dililitkan ke sekeliling tubuh. Mengenkan pakaian ihram merupakan pertanda ibadah haji mulai dilakukan. Pada saat inilah Talbiyah ibadah haji mulai dilakukan. Dengan lafaz sbb :

“ LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK

LABBAIK LAA SYARIKKA LAKA LABBAIK

INNAL HAMDAH WANNI’MATA LAKA WAL MULK

LAA SYARIKA LAKA ”

Artinya :

Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,

Aku datang memenuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiNya, ya Allah aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu. Segenap kerajaan untukMu. Tidak ada sekutu bagiMu.

Ibadah haji dan umroh dimulai dengan berihram. Orang yang dalam ihram wajib menggunakan pakaian ihram :

Bagi Pria : Pakaian ihram pria terdiri dari 2 helai kain. Sehelai kain melilit tubuh mulai dari pinggang hingga dibawah lutut di atas mata kaki. Sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri ke bawah sampai ketiak sebelah kanan selanjutnya diselempangkan keatas bahu, sehingga bahu sebelah kanan terbuka. Pria tidak boleh menggunakan celana ( polos) , kemeja , tutup kepala.

Bagi Wanita : Bagi wanita pakaian ihram itu lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka.

Larangan : Sesuatu yang dilarang pada masa ihram adalah masa berpantang. Mereka berpantang melakukan perbuatan tertentu yaitu :

*

Menebang pepohonan
*

Mempermainkan dan membunuh binatang, memotong kuku
*

Menikah, melamar
*

Melakukan hubungan seks dan bercumbu
*

Berbicara kotor
*

Bertengkar
*

Mencaci maki

Dengan demikian mereka harus tetap bersabar, menahan diri untuk tidak melanggar pantangan-pantangan sebagaimana tersebut diatas, bila salah satu pantangan tersebut dilanggar maka jama’ah diwajibkan membayar denda atau Dam. Wa bil khusus pantangan yang diberi huruf tebal , maka jama’ah harus lebih hati-hati atas kebiasaan tsb diatas dan hendaklah diluar pelaksanaan haji dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAM

Dam atau tebusan atas pelanggaran misalnya larangan ihram atau tidak menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Para ulama telah sepakat seseorang yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila melakukan pelanggaran sebagai berikut :

*

Melakukan haji Qiran atau Tamattu’
*

Tidak Ihram dan Miqat
*

Tidak Mabit I di Muzdalifah
*

Tidak Mabit II di Mina
*

Tidak melempar Jumroh
*

Tidak melakukan Tawaf Wada’

Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai satu kambing atau berpuasa selama 10 hari.

MAKTAB

Maktab dalam arti harfiahnya adalah Kantor atau tempat yang mengatur urusan ibadah Haji. Maktab bertugas melakukan pembagian kelompok jama’ah haji di setiap Muassasah. Dimana tiap-tiap muassasah dibagi dalam beberapa maktab, biasanya setiap maktab mengurusi sekitar 2.000 – 3.000 jama’ah haji.

Maktab juga mengurusi pembagian kavling di Arafah dan Mina, Maktab juga mengurus pemondokan dan akomodasi serta menyimpan dokumen perjalanan jama’ah seperti passpor. Passpor tersebut akan diambil oleh pengurus Maktab setibanya jama’ah di Tanah suci dan baru akan dikembalikan nanti menjelang pulang ke Tanah air, Kantor Maktab tersebut terletak dan tersebar di berbagai tempat kota Mekkah maupun Madinah, yang gampang dikenal karena ditandai oleh spanduk, sdangkan alamat serta nomor teleponnya tertera di Kartu identitas masing – masing jama’ah haji.

MANASIK

Manasik haji adalah tata cara atau latihan ibadah haji. Biasanya dilakukan secara rutin menjelang musim haji oleh sejumlah Penyelenggara Haji. Manasik dilakukan tidak saja di masjid, rumah atau sekolah tetapi juga dirumah calon jama’ah haji sendiri. Bahkan dewasa ini manasik juga dilaksanakan ditempat khusus dimana terdapat replika Ka’bah atau Ka’bah tiruan.

Tujuan latihan ini tentu saja agar calon jama’ah haji tidak kebingungan dalam melakukan berbagai ritual atau prosesi ibadah haji di tanah suci. Hal tsb perlu dilakukan secara internsif karena masih saja banyak yang kebingungan, bahkan tentang ihram. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar sebelum berangkat calon jama’ah haji harus banyak berdiskusi dengan ustadz atau teman sejawat yang sudah berpengalaman haji.

MUASSASAH

Muassasah adalah organisasi gabungan antara Mutawif ( pembimbing tawaf yang biasa disebut Syeh) dan Muzawir ( pembimbing ziarah ) . Organisasi ini bertugas dan bertanggung jawab dalam melayani akomodasi , transportasi , bimbingan haji dan pelayanan umum.

MUTHAWIF

Petugas yang diperbantukan untuk memberikan bimbingan ibadah kepada jama’ah haji. Muthawif adalah orang yang memimpin dan memimbing thawaf

JUMRAH

Artinya tempat pelemparan, yang didirikan untuk memperingati saat Nabi Ibrahim AS digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah SWT menyembelih putranya Ismail. Tiga kali Beliau digoda dan tiga kali pula ia melontarkan batunya kepada setan sebagimana diperintahdan di bombing langsung oleh Malaikat. Ditempat-tempat Beliau melontar inilah kemudian di bagun tugu-tugu dengan nama Ula, Wustho, dan Aqabah. Untuk memudahkan jamaa’h pemerintah Saudi membangun jalan lebar dua lantai sehingga ketiga jumroh itu mudah dicapai.

Ketiga jumroh ini terletak di tengah – tengah jalan raya.

1.

Jumroh Ula, ( Jumroh pertama) disebut juga jumroh Surgha ( jumroh yang kecil) terletak di dekat Masjid Khaif.
2.

Jumroh Wustho (Jumroh kedua) , disebut juga Jumroh Tsaniyah (jumroh yang sedang) jaraknya dari jumroh Ula kira-kira 150 M
3.

Jumroh Aqabah (jumroh ketiga) yang disebut juga jumroh tsalitsah (jumroh yang besar) , berada di pintu gerbang Mina yang jaraknya dari kedua kira-kira 190 M

JAMARAT

Kata Jamarat adalah bentuk jamak (plural) dari kata jumrah yang terdiri dari Jumroh Aqabah, Jumroh Wustho, dan jumroh Ula. Kata Jumroh berari kumpulan batu-batu kecil namun kata ini akhirnya menjadi nama lokasi yang dilempari batu kerikil oleh jamaah haji saat mereka berada di Mina.

PASSPORT

PASPOR merupakan kartu pengenal internasional berbentuk kecil seperti booklet dan di sepakati oleh dunia sebagai bukti diri untuk di gunakan sebagai dokumen perjalanan luar negeri.Paspor di indonesia terdiri dari berbagai jenis yang di bedakan berdasarkan kepentinganya, antara lain Paspor biru (dinas) Paspor hijau (umum) Paspor Hitam (diplomatik) dan Paspor coklat atau di sebut paspor haji.paspor haji berwarna coklat ini,khusus untuk ibadah haji ke mekah,dengan masa berlaku untuk sekali musim haji saja

Agar jama’ah betul betul ibadah degan khusuk dan tidak jalan jalan,maka paspor di tahan di muasasah,dan baru di kembalikan saat jama,ah akan pulang ke tanah air.untuk menjaga kemungkinan yang tidak di inginkan sebaiknya jama’ah menyimpan satu lerbar foto copy paspor,yaitu halaman halaman yang ada identitas dan fotonya dengan tanda visa haji.dan simpanlah bersama dokumen penting lainya,agar tidak terpisak atau hilang,selama perjalanan di tanah suci.

Saat jama’ah haji hendak meningalkan jedah memasuki kota mekah,biasanya ketua rombongan akan mengumpulkan seluruh paspor.

Adapun dokumen yang diperlukan untuk proses pembuatan Passport baru/penggantian adalah sbb : FC KTP, KK, Akte Lahir/Ijazah, Buku Nikah, Surat keterangan kerja dari perusahaan, khusus buat anak dibawah usia 17 Tahun harus FC KTP kedua orang tua, Buku Nikah,dan akte lahir anak

VISA

VISA adalah izin masuk yang di terakan di lembar paspor seseorang yang hendak memasuki suatu negara lain.maka siapapunyang hendah mengadakan kunjungan ke saudi baik untuk tujuan umroh maupun haji harus mendapatkan visa terlebih dahulu.visa haji tergolong visa rakyat yang pengurusanya relatif mudah,tapi mengingat kepastian masjidil haram dan kota mekah serta sarana penunjang lainya,yang sangat terbatas maka pemerintah saudi terpaksa membatasi pemberian visa haji yaitu hanya satu per seribu penduduk.jadi indonesia yang penduduk muslimnya 200 juta,di berikan jatah atau kuota sebanyak 200 ribu visa haji.

Tetapi jumlah tersebut masih mungkin lebih besar karena setiap musim haji banyah warga indonesia yang sedang bermukim di luar negeri menunakan ibadah haji dari tempatnya masing masing,mereka antara lain korp diplomatik,pekerja atau pelajar.di antara mereka itu terdapat banyah pelajar yang berbondong bondong datang ke saudi baik untuk tujuan umroh dan haji, maupun untuk maksud membimbing jama’ah haji indonesia,jika hal itu serupa terjadi juga pada bangsa lainya,maka setiap musim haji di taksir ada 2.5 juta jamaah yang datang ke mekah.ini berarti lebih 2 kali lipat dari jumlah penduduk muslim di dunia yang berkisar 2.5 juta jama’ah yang datang tiap tahun ke saudi,pada hal jika di lihat rasio 1:1000 maka jumlah jamaah dunia mestinya Cuma 1.2 juta orang saja

Jumlah tersebut masih di tambah oleh para jama’ah yang datang dengan visa umroh atau kunjungan sebelum musim haji.Visa haji ini biasanya mulai di keluarkan oleh konsulat saudi sebulan sebelum hari haji dan terakhir kali tangal 25 zulqaidah.

Syarat-syarat pemberian visa haji seperti berikut:

1.mengisi formulir.

2.menunjukan kartu imunisasi meningitis

3.menujukan 2 lembar cek haji

4.menunjukan tiket PP (return tiket)

VAKSINASI

VAKSINASI adalah suntik kekebalan terhadap suatu penyakit. Setiap jamaah yang akan pergi menunaikan ibadah haji ataupun umroh diwajibkan mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi yang terpenting dan selalu akan diberikan adalah vaksinasi Meningitis. Kegunaannya untuk menangkal Meningitis, yaitu jenis penyakit infeksi yang menyerang selaput otak dan akan menyebabkan kematian. Dengan vaksinasi tersebut, tubuh kita akan mampu membangun pertahanan terhadap serangan penyakit berbahaya tersebut. Bukti Vaksinasi setiap jamaah biasanya diterakan di Kartu kesehatan/kartu kuning dan akan diperiksa oleh petugas pada saat pengajuan visa.

~ oleh sekapursirihtravel pada April 22, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: