Untaian Kata; Berbait Do’a

IrfanH. Irfan Jauhari

Dalam bahasa kita, doa sering dinisbatkan kepada seorang yang lebih alim dari kita atau sebut saja seorang kiyai atau ulama yang selalu menjadi tempat berpijak tempat mengadu sekaligus meminta sebuah permohonan yaitu bait doa dari lisan orang-orang yang shaleh.
Sebut saja seorang yang selalu kita banggakan, kita jadikan suri tauladan bagi seluruh pemeluk agama Islam yaitu Nabi Muhammad saw. Banyak kita mendengar beberapa kejadian ketika dia menyampaikan Risalah kenabiannya kepada umat manusia, khususnya lagi ketika beliau masih berada dalam lingkungan yang sering kita kenal dengan fase Madinah.
Salah satu yang menjadi tolak ukur kemajuan dakwah kaum muslimin ketika itu. Nabi Muhammad adalag seorang yang sangat dipercaya sejak beliau belum berada diantara orang-orang besar dari para pemuka kaum Qurays. Kepercayaan itulah yang membuat beliau mendapat gelar al Amin.
Nampak jelas bagi kita, bagaimana seorang ibu yang sudah melahirkan anaknya ke dunia dan berharap dengan lahirnya keturunan pelanjut ini menjadi amalan dia kelak sekaligus harapan besar yang diinginkan oleh seorang ibu terhadap anaknya menjadi anak berbakti dan menjadi anak yang shaleh.
Demikian halnya dengan, semua ucapan semua ungkapan yang terkadang kita kurang begitu menyadarinya langsung, bahwa ucapan seseorang itu akan menjadi baik manakala ucapan yang keluar adalah sebuah untaian kata-kata penuh makna, yaitu Doa.
Bagaimana tidak, harapan dan cita-cita seorang manusia adalah pada umumnya ingin mendapatkan rasa kasih saying yang penuh atau dengan kata lain semua langkah, gerak gerik baik yang disengaja ataupun tidak adalah merupakan gambaran kecil bahwa sel-sel yang mengalirkan bait doa itu diterjemahkan menjadi sebuah aksi individu maupun bermasyarakat.
Pantas saja, seorang Rasul pernah memberikan ultimatum akan bahaya Lidah atau bahaya omongan seseorang. Terlepas dari baik dan buruknya ucapan yang kita lontarkan, bagi dia mungkin itu adalah harga yang harus dibayar, namun bagi kita semua, apabila dilihat dari sisi lain, apakah tidak mustahil apa yang kita ungkapkan, kita curhatkan kepada orang lain adalah sebuah lantunan bait doa yang akan mengiringi langkah selanjutnya menuju kebahagiaan abadi. Wallahu A’laam

Pekanbaru, 1/2 lagi menjelang pergantian hari dan tanggal masehi, meluangkan pikiran, menjernihkan fungsi memory yang lambat laut akan semakin slowly….
Pattimura 2, Pukul, 23:40 (FreePay)

~ oleh sekapursirihtravel pada Juni 13, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: