Ciri-ciri Kemabruran

Oleh: H. Shohibul Wafa TA
(Direktur Sekapur Sirih Travel)

H. ShohibUdin yang baru pulang dari haji merasa bingung, sebab dia belum fham betul substansi daripada kemabruran.Udin selalu di liputi was-was, apakah kemabruran harus seperti yang dibilang saudaranya,harus selalu pake peci haji kemanapun dia pergi.
Saudaruku, sesungguhnya kalo kita mau melihat konteks hadist nabi Muhammad Saw, “bahwa dalam diri manusia ada segumpal daging, jika baik maka baik juga seluruh amalannya, dan jika buruk, maka buruk juga amalannya, dan segumpal daging itu adalah hati”. Dari sabda tersebut, dapat kita fahami bahwa konteks kemabruran seseorang bermuara dari hati, dan itu terucap dalam do’a dan harapan kita di saat towaf,”Ya Allah, yang tahu isi hati, keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahayaMu”,harapan menjadi lebih baik, haji yang di terima(mabrur), dosa-dosa yang diampuni.Sebuah harapan untuk menjadi lebih baik.haji merupakan sarana diklat terbaik melatih hati, larangan-larangan yang ada berfungsi sebagai pembersih dari noda hati yang selama ini mengotorinya. Allah Swt pun jauh-jauh hari berpesan kepada seluruh calon haji untuk membekali diri dengan takwa.dan bekal itu ada pada hati kita.dan cerminan hati yang baik akan berdampak positip kepada kegiatan dzohir, semoga Allah Swt, selalu menjaga kemabruran kita, amin.

~ oleh sekapursirihtravel pada Oktober 28, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: