Keutamaan Haji & Umroh

Oleh: Abu Bilqiesh
H. Shohib
Haji adalah salah satu rukun islam yang di wajibkan kepada muslim yang merdeka, baligh, dan ‘aqil sekali dalam seumur hidup, sesuai dg hadits yg di riwayatkan oleh imam muslim, dan dari abi hurairah ra, rasulullah saw bersabda : “wahai manusia Allah swt telah mewajibkan kalian untuk berhaji, maka hajilah kalian”, maka salah satu di antara sahabat bertanya :”apakah tiap tahun ya rasulullah?” , maka rasulullah terdiam sampai di ulangnya pertanyaan sampai tiga kali, maka rasulullah saw bersabda :”kalau sy katakan ya, maka tentu akan menjadi wajib…..”, dan para ulama sepakat sesungguhnya haji bagi orang yang mampu hanyalah satu kali seumur hidup(kitab “al mughni fi fiqhil haji wal umroh” , said abdul qodir basyanfar).
Adapun keutamaan haji itu sendiri sesuai hadits rasulullah saw : dari aisyah ra sesunngguhnya dia bertanya : ya rasulullah,”menurut kami jihad adalah sebaik-baik amal, apakah kita tidak berjihad?”, rasulpun menjawab :”namun jihad yg paling utama adalah haji yg mabrur.Hadist Riwayat(HR) Bukhori. Kemudian dalam hadits lainnya beliau bersabda : “para hujjaj, dan para ummar(orang yg umroh) adalah duta Allah Swt, jika mereka berdo’a langsung di jawab Allah Swt, dan jika mereka minta ampunan maka Allah pun akan mengampuninya. HR nasa’i dan ibnu majah. Kemudian rasulullah juga bersabda : “baraang siapa yg berhaji dan tidak berbantah-bantahan, tidak berbuat kerusakan dan tidak berkelahi, ketika kembali dia akan seperti bayi yg baru dilahirkan.
Adapun umroh, para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya : pendapat pertama mengatakan bahwasannya umroh itu wajib seperti halnya ibadah haji, ini berdasarkan pendapat yg di riwayatkan dari umar, ibnu abbas, ibni sirin, dan imam syafi’i di dalam qoul jadid(pendapat setelah refisi),dan telah di bahas dalam satu bab khusus mengenai “kewajiban umroh dan keutamaannya”. Mereka berpendapat bahwa ayat “sempunakanlah haji dan umroh karena Allah Swt” adalah perintah, dan asalnya perintah adalah untuk kewajiban, kemudian hadits nabi yg diriwayatkan oleh abu daud, nasa’i dan turmidzi dg riwayat hasan shohih, dari abi rizin Ra sesungguhnya dia datang kepada rasulullah saw dan bertanya :” ya rasul, sesungguhnya bapak saya sudah tua, tidak bisa haji dan tidak bisa umroh”, maka rasulullah saw bersabda :”hajikan bapakmu dan umrohkan”. Sedang pendapat yang kedua mengatakan umroh itu sunnah, ini adalah pendapat dari ibnu mas’ud, abu hanifah, shon’ani dan imam syaukani. Mereka merujuk kepda hadits yg di riwayatkan Tolhah bin ubaidillah Ra, sesungguhnya dia mendengar rasulullah saw bersabda : “haji itu jihad, dan umroh itu tatowwu'(sunnah)”, Hadis riwayat ; ibnu majah. Dan para ulama menjawab prihal hadits ini, bahwa isnad daripada hadits ini adalah do’if(lemah).
Wallahu a’lam.

Catatan:
Saudaraku,3 tulisan sebelum ini penulis mengangkat tema2 haji secara global, insya allah mulai jum’at ini penulis akan mengupas haji lebih detail dan rinci berikut dalil2nya berkaitan dengan keutamaan, syarat, rukun dan wajib haji. Dan selanjunta insya allah penulis menerima sharing dan masukan dari para pembaca yg di alamatkan ke redaksi riau pos atau melalui email penuli : shofa_pku@yahoo.com. (YM/FB)

~ oleh sekapursirihtravel pada Oktober 28, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: