Bukan Tepi Zaman

Irfan
Petualangan hidup Anda, saya dan kita semua pada akhirnya akan menjadi bukti catatang penting sebagai bahan evaluasi akhir atau sering kita istilahkan hari Pembagian raport. Bukan hanya saja orang tua, saudara terdekat, seperti teman dekat anda yang akan hadir ketika itu. Orang yang sudah lama anda kenalpun akan ikut bergabung menyaksikan pembagian hasil akhir dari catatan evaluasi kerja harian selama anda bertugas mengemban amanat sebagai abdi.
Hanya sedikit prolog sebagai satu gambaran singkat perihal kondisi terakhir yang tengah terjadi saat ini, dimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada beberapa permasalahan krusial yang sangat rentan dengan kemandegan dalam menilai dan melihat lebih dalam dari keadaan yang sesungguhnya bakal terjadi nanti. Betul, saat ini kita sudah berada dalam putaran rotasi bumi yang cukup lama, dari awal proses terjadinya alam atau penciptaan langit dan bumi sampai sekarang ini. Masihkah ada satu gambaran bahwa kekuatan intelegensi para ahli yang menggambarkan umur tua dari ciptaan yang dinamakan Al Ardh (bumi) dan alam semesta lainnya.
Pencitraan terhadap usia bumi yang semakin lama semakin memburuk, banyak hal terjadi belakangan ini, begitu banyak isyarat yang digambarkan oleh Malaikat ketika Allah akan menciptakan manusia yang diawali dengan Adam dengan predikan sebagai Khalifah. meski pendapat para Malaikat berasumsi bahwa manusialah biangkerok kerusakan di bumi ini.
Kalaulah saya tarik garis lurus dari pernyataan bahwa manusia adalah perusak bumi ini, dengan beberapa petikan ayat yang mengatakan munculnya kerusakan di bumi ini adalah akibat ulah tangan mereka sendiri.
Namun, terlepas dari semua itu. perlu kiranya saya memberikan satu pandangan bahwa yang selama ini kita pelajari kita tangkap dari beberapa informasi yang sering menyuarakan bahwa saat ini kita sudah berada di tepi zaman. banyak sekali kecongkakan, banyak sekali perbuatan yang sama sekali tidak menampakan seorang yang berbudaya ketimuran lah atau apa lah, tidak punya moral!
hal yang lain adalah, ketika semua dihadapkan dalam satu lingkaran merah yang bernama ketimpangan dalam hukum, ketidakjelasannya peradilan baik negeri maupun agama. Kesenjangan sosial antara di pemegang saham (si kaya) dengan pemulung sampah (si Miskin).
begitu ramainya, romantika kehidupan yang kita lihat bersama, mulai dari rotasi bumi siang dan malam, perbedaan warna kulit, pergantian jadwal kerja, kadang malam jadi siang begitu juga sebaliknya.
Bagi sebagian orang, hidup bertualang haruslah selalu sama dalam kondisi apapun.
mestinya, kita semua melihat, mencoba memahamkan kepada setiap orang yang kita anggap sebagai orang harus kita ajak untuk kembali ke sisiNya.
Tepi zaman, bukan berarti zaman ini semua sudah terbalik, semua sudah simpang siur, dan hampir setiap titik dimanapun berada,proyek kemaksiaatan masih bercokol dimana-mana.
Misi kita adalah, bagaimana cara mengisi zaman yang terbatas ini dan bukan Tepi zaman, lantaran masih ada babak selanjutnya setelah kita keluar dari ruang ujian sementara.
Smoga, prediksi tentang tepi zaman, kemudian tidak menciutkan niat kita tetap menjaga nilai-nilai luhur dari semua pesan yang disampaikan melalui wahyu.
Tepi zaman, bukan berarti Anda, saya dan kita semua akan berakhir tragis di bumi ini. masih banyak kesempatan untuk meraih pundi-pundi amal sebagai bahan bekal akhir menjelang zaman yang tidak bertepi,yaitu hari nan abadi dengan segala hal yang bersifat ABADI.
Lanjutkan!

~ oleh sekapursirihtravel pada Oktober 29, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: