Inovasi Tiada Henti

Irfan J
Pada saat yang sama dengan seabreg PR dan tugas kantor barangkali tidak menjadi prioritas ketika seseorang dihadapkan dalam satu keadaan yang menuntut untuk senantiasa membangun kebersamaan dalam menikmati mudahnya dan enaknya menjadi orang yang selalu ada dalam komunitas pola pikir yang sama pula. Disatu sisi, membangun karakter yang sama dengan kita, baik sama hobi, makanan favorit yang sama pula, obrolan singkat dalam tema yang sama. Terkadang juga obrolan yang kita bangun dari awal pagi yang penuh dengan warna, penuh dengan mimpi dan penuh dengan ambisi barangkali kalau dalam sedetik saja langkah kebijakan para elit politik ternyata salah dalam menentukan pilihan bisa berakibat fatal dan tidak akan mencapai hasil yang diharapkan untuk bisa mencapai kekuasaan.
bagi kita, banyak cara membuat diri kita senang dengan meminta pendapat dan mencari dukungan moril kata ataupun bahasa pengantar…. selamat ya, moga sukses! Ya, saya do’akan lah supaya berhasil… ntar jangan lupa la bagi-bagi hasilnya…!
Terlintas sangat komunikatif dan emang seperti itu pada kenyataannya. tanpa berpikir panjang apa yang kita ucapkan sebagai wujud solidaritas untuk senantiasa memberikan dukungan ataupun hanya menyambungkan kata dari sebuah perkenalan supaya abadi dan terus berlanjut. Namanya juga manusia, kita semua butuh satu sama lain, butuh rekan dalam bisnis, butuh do’a dan seterusnya…
Aroma zaman multidimensional sangat rentan dengan media perubahan dan sangat variatif penuh dengan berbagai penemuan. Anehnya, inovasi tersebut telah kita nikmati dan sangat disayangkan inovasi dari perubahan zaman tersebut tidak serta merta kitalah yang menciptakan, kapan juga kita berpikir utk kreatif seperti orang lain? Padalah kalau ditarik garis keturunan kita adalah warga Indonesia yang notabene berasaskan sejarah peradaban Islam sarat dengan berbagai hak cipta yang sangat monumental dan hebat tentunya! bravo….
Wajar memang, kondisilah yang menuntut kita untuk terus menjadi penikmat dengan bahasa lain gairah konsumtifitas saya dan orang sekitar saya tidaklah jauh berbeda….. sempat saya berpikir, kalaulah percepatan waktu bisa berputar lebih kencang sehingga roda bawah bisa kembali menduduki posisi klasment teratas, dan bisa menjadi motor penggerak dari sederet buah tangan yang akan dihasilkan dari kemandirian seorang pribumi dan tidak terus menerus hanya menunggu versi baru lalu kita membelinya dan menikmatinya…!
ya namanya juga usaha, mungkin dari hal kecil dengan melihat karya cipta orang lain kita bisa menemukan inspirasi positif dan menghasilkan karya spektakuler.
para penikmat jamaah Fesbukiyah, menuangkan ide, pikiran, saran, kritik membangun serta membangun satu pondasi kebersamaan melalui berbagai media bisa kita lakukan. Namun, Sekedar membuang cerita, mencari fleksibilitas komunikasi agar tidak terputus, mencari solusi bersama, menikmati indahnya persahabatan, mengikuti obrolan singkat disaat awal masuk hari kerja, serta memberika salam perpisahan, memberikan do’a sebagai solidaritas moral, bisa kita imbangi dengan muatan pesan yang berorientasi pada perubahan sikap dan visioner.
Bagai riak dalam gelas, keinginan yang bercampur sangatlah komplicated. terkadang saya berpikir Ngapain repot-repot ngurusin orang lain, mendingan kita ngobrol bareng sama teman dan kawan lama…!
Fragment singkat dan semerawut smoga tidak dapat dibaca dan dilihat, lebih dari itu aplikasi dari sikap perubahan seiring dengan berjalannya waktu.
Smoga
Pekanbaru, menjelang tengah malam menikmati nikmatnya Teh Telor
Was

~ oleh sekapursirihtravel pada Oktober 29, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: